Rabu, 07 April 2010

"ragu-ragu lebih baik mundur", . kamu setuju???

Ada semboyan yang mengatakan "ragu-ragu lebih baik mundur", aku setuju. . !
Lakukan segala sesuatu dengan maksimal, atau tidak sama sekali. .

namun ada kalanya juga saat ragu-ragu kita justru melangkah maju untuk mendapatkan kepastian. .

Kalo sudah dapat kepastian, barulah kita keluarkan neraca laba/rugi kita. . He2
Kita mulai hitung di sana. . Lebih besar mana antara debet atau kredit?

Jauh lebih baik maju daripada langsung mundur tanpa menghitung ini. .
Karena kesempatan tidak datang dua kali. .
Tanpa memperhitungkan ini, bisa saja kita melewatkan satu kesempatan penting yang mungkin memberi banyak manfaat untuk kita. .
Jadi, kalo ragu-ragu kita harus maju dan mencari tahu dulu untung dan rugi nya. . Baru kita bisa mengambil keputusan yg insyaallah baik. .

Catatan : ragu2 lebih baik tetap maju, tidak berlaku pada kondisi hendak menyebrang jalan. . Ahahahaha^,^


Gak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk mendapat kepastian sebagai acuan dalam mengambil keputusan. .

Dalam teori "finance" terdapat slogan "high risk, high return" - semakin tinggi suatu resiko, semakin besar pula yang akan kita dapatkan (tentu saja bila kita dapat mengatasi resiko tsb-kita berhasil)



Walaupun untuk maju di saat ragu-ragu beresiko tinggi, tapi tentu akan sebanding dengan hasil yang akan kita dapatkan. .
Bukan hanya berlalu saat melihat peti yang kemungkinan berisi ular..
atau justru harta karun!Who knows??

Paling tidak kita tahu keputusan yang kita ambil sudah benar..

bersemangatlah. .! ^^

2 komentar:

Novan Adi Kusuma mengatakan...

koyok MENWA wae

.dieni. mengatakan...

bagian mananya yang kayak menwa?ada2 saja kau.. hihi