Rabu, 20 April 2011

"Aku Gak Takut sama Hantu, Aku kan Takutnya cuma sama Allah" - Belajar dari Anak Kecil (Part 2)

Assalamualaikum wr wb

Belajar dari anak kecil kedengarannya cukup menggelikan ya?apalagi bagi yang sudah berumur nih, termasuk saya sendiri - beberapa bulan lagi saya tepat berusia 22 tahun. Ah, waktu ... cepat sekali berlalu :)
Ada satu kisah beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku sekolah yang orang sebut sebagai masa-masa yang paling indah (sebenarnya sih masa kuliah itu juga indah, asal tau bagaimana cara menikmatinya saja). Jaman SMA itu saya sebut sebagai jaman jahiliyah, ahahhaha.


Kalau tidak salah saat itu adalah liburan panjang sekolah. Entah bulan dan tahun berapa saya malas berfikir, ehheh. Waktu itu ada seorang adik sepupu yang tinggal di Balikpapan berlibur di mari, di rumah keluargaku. Dia berusia 9 tahun, masih kelas 3 SD. Malam itu saya hendak keluar diutus si Empunya rumah (red. Ibuku tersayang) untuk membeli sesuatu, lupa beli apaan. Karena rasa malas untuk berjalan, saya pergi menggunakan motor. Kontan adhek saya yang cantik bin pintar ini merengek buat ikut. Okelah kalau begitu, sekalian kita putar-putar dulu yuk... hihihi.

Iseng-iseng saya ajak adhek kecil ini ke kompleks perumahan di dekat Istana saya berada, konon di daerah sana tengah ramai diberitakan munculnya sosok putih berinisial P, hantu kebanggaan Indonesia. Tidak saya ketik pun, anda pasti mengerti kan?:)
Ada yang serem dengar nama ini??jujur, saya sangat tidak suka mengucapkan namanya. Apalagi saat kejadian ini, mimpipun aku tak mau bertemu. hihihihi

"Di sini katanya ada p***** loh, dhek", ujar saya saat melintasi daerah jembatan gelap yang kelihatannya suram.
"Masak sih mbak?Mbak pernah lihat?", tanyanya penasaran
"Gak pernah sih..."
"Mbak takut sama hantu??"
saya diam, berpikir sejenak.. ahhahah
"Kalau aku sih gak takut sama hantu, aku kan takutnya cuma sama Allah..", jawab si anak kelas 3 SD itu. 

jawabannya membuat saya terdiam membisu, tidak mampu berkata-kata, dan serasa ada yang menampar pipi saya. *PLAK!*
auwww, memalukan.. whahahhaha. Sekalipun si adhek cantik ini asal ngomong dan sebenarnya dia mungkin agak was-was saat harus sendiri di tempat itu, saya benar-benar merasa tertohok.

Inilah salah satu hal yang saya sebut jahiliyah. Saya was-was saat berada di tempat yang gelap, saya was-was sendirian di rumah, saya was-was kalau harus melewati tempat-tempat gelap di malam hari, saya was-was dan sering membayang ada sesuatu yang menatap ke arah saya ketika sedang sendiri di suatu tempat.
Ada yang merasakan hal yang sama?ehhehe

Bermula dari kejadian ini, saya sering mengadopsi kata-kata ajaibnya untuk mengatasi tindakan jahil teman-teman yang berusaha membuat saya takut. Entah semacam sugesti atau apa, sering mengucapkan kata-kata itu sukses membuat saya mati rasa dengan yang namanya h****. 

"Aku Gak Takut sama Hantu, Aku kan Takutnya cuma sama Allah"



Percaya atau sangat percaya?hehehehe. Sesungguhnya sih yang begituan itu yang wajib takut pada kita. Manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan paling sempurna. Makhluk mana yang berani pada kita?
Percayalah, mereka takut pada kita yang selalu didampingi-Nya. hehehe
Semoga Bermanfaat ^_^


Wassalamualaikum wr wb

2 komentar:

boxoftea mengatakan...

tapi masiooo raaah. membayangkan pun ogah. lak mending bayangkan wajah seseorang. intinya kudu positif thinking klo d t4 suram. tp lek kadung soro,,mending merem ae paling =s begh.

cahaya ruh mengatakan...

seandene daku dadi mbak2 sing ngajak anak kecil ntuh, pasti daku langsung leren nek jembatan trus macak dadi ms. pe-ce.