Minggu, 10 April 2011

Bangunan Rumah Anda (Sholat adalah Tiang Agama)

Entah saat itu hari apa, jam berapa, ada agenda apa. Babe (Bapak) dan saya sedang bercengkrama di ruang tengah bersama. Membahas tentang sholat, waktu itu Babe menanyakanku apa maksud dari istilah "Sholat adalah Tiang Agama". Ahh, saya kurang interest yang beginian ini, berasa sedang ujian lisan. ahahhaha
Babe apaan siiih? -_-a (jawaban anak muda jaman sekarang, ckckkckck)

Saya hanya diam, membisu, hanya menjawab, "Yowes ngono iku lah be intine" --> "Ya pkoknya begitu deh intinya, be."
hihiihih.. sejujurnya kejadian-kejadian seperti ini sih saya suka, tapi jangan menyuruh saya untuk menjawab ya.. ^_^

Begini jawaban Beliau mengenai inti dari kalimat "Sholat adalah Tiang Agama". Mari saya jabarkan..
Sama sekali hal yang jauh dari dugaan saya jika bapak saya tercinta ini menjabarkan istilah ini dengan menggunakan unsur Rukun Islam di dalamnya. GREAT!!
Rukun Islam ada 5 :
Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
Menunaikan salat lima kali sehari.
- Mengeluarkan zakat.
Berpuasa pada bulan Ramadan.
- Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

Berikut penggambaran Rukun Islam adalah merupakan suatu kesatuan yang mewujudkan bentuk rumah (agama) seseorang. Dalam sudut pandang Bapak saya, setiap orang mempunyai rumah yang berbeda sesuai dengan seberapa jauh pelaksanaan Rukun Islam mereka dalam kehidupannya.
Hal nomor satu dalam mendirikan rumah adalah sebuah pondasi yang kokoh. Pondasi di sini adalah poin pertama dalam Rukun Islam yaitu Mengucapkan dua kalimat syahadat. Ashadualla ilahailallah dan Ashaduanna Muhammad rosulullah


Kemudian poin nomor dua yang merupakan headline dari tulisan ini adalah sholat 5 waktu yang diibaratkan sebagai Tiang Agama.
Jika kualitas sholat baik, maka baik juga ibadah yang lain. Oleh karena itu sholat disebut sebagai tiang agama.. Bagaimana rumah bisa berdiri kokoh kalau salah satu tiangnya roboh?
Ya, sholat ini sebagai tiang penyangga rumah (agama) kita.


Poin ketiga adalah mengeluarkan zakat, zakat di sini diibaratkan sebagai atap rumah yang meneduhkan penghuninya dan melindungi dari cuaca yang kurang bersahabat. setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh dan perkembang. (At – Taubah: 103 dan Ar-rum:39)
 Pagar rumah diibaratkan sebagai poin nomor 4 dalam Rukun Islam yaitu pelaksanaan puasa wajib dalam Bulan Ramadhan. Puasa merupakan  suatu benteng bagi   seorang manusia dari segala hawa nafsu dan tindakan tercela yang menjauhkan umat dari agamanya sebagai mana pagar melindungi rumah dari hal-hal yang mengancam keamanan semua yang ada di dalamnya. Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.


Poin kelima dan terakhir dalam suatu bentuk Agama (Rumah) di sini adalah interior rumah, kebersihan dan juga keindahannya diibaratkan setara dengan seseorang yang telah menunaikan ibadah Haji. Ibadah Haji merupakan Rukun Islam terakhir yang melengkapi keempat poin sebelumnya. 
Hikmah Ibadah Haji (klik di sini)





Demikian sedikit kisah yang saya peroleh dari Bapak saya. Semoga bermanfaat, dan seperti apa bentuk rumah anda sekarang?semoga sudah sempurna. aamiin :)

Tidak ada komentar: