Rabu, 20 April 2011

"Gak Apa Meski Jelek, yang Penting Beriman" - Belajar dari Anak Kecil (Part 3)

Assalamualaikum wr wb


Berkaitan dengan posting sebelum ini tentang  "Aku Gak Takut sama Hantu, Aku kan Takutnya cuma sama Allah" - Belajar dari Anak Kecil (Part 2), saya punya satu kisah lucu yang juga bagus bila kita cermati maknanya. Kisah ini adalah kisah seorang teman yang terlontar ketika saya menceritakan kisah dalam posting Belajar dari Anak Kecil (Part 2) tadi. Begini ceritanya..



Pernah mendengar lelucon jawa "Lek kerian berarti engko bojone ayu/ganteng" ----> "Kalau mudah merasa geli berarti nanti istri/suaminya cantik/ganteng" ??

Anda mudah merasa geli atau tidak?heheheh




Cerita saat itu bergulir saat teman saya tengah asik menggoda sepupunya yang masih berusia sekitar 4 tahun. Ya, masih balita daaan pasti sangat lucu. Usut punya usut ternyata si sepupu kecil ini bukan anak yang mudah merasa geli saat digelitik oleh teman saya. Kontan teman saya merasa sebal karena merasa kurang greget bila lawan mainnya tidak geli dan tertawa. ehhehe. Kasihan ya?


Saking gregetnya muncul deh tuh kalimat mujarab, "Dhek, kamu kalo gak kerian ntar bojone elek loh!" ----> "Dhek, kamu kalau gak mudah merasa geli nanti suaminya jelek loh!"

Si bayi 4 tahun menjawab dengan polosnya, "Gapapa jelek mbak, yang penting beriman"

*BLARRR!* serasa disambar petir kali ya?whahahahha. Saya terbahak-bahak mendengar cerita ini. Ternyata banyak ya hikmah yang bisa kita ambil dari celoteh anak yang sebenarnya mungkin mereka kurang mengerti dengan makna ucapannya.

Silahkan menyimpulkan sendiri ya tentang pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. ^_^

Semoga bermanfaat 

Wassalamualaikum wr wb

1 komentar:

Anonim mengatakan...

mantep bro