Selasa, 17 Mei 2011

Belum Siap Pakai Jilbab, yang penting kan hatinya.. !

Assalamu'alaikum wr wb.

Alhamdulillah bila telah muncul keinginan dalam diri kita untuk menunaikan tuntutan agama supaya menjaga diri dengan menutup aurat. Berikut ada satu kisah inspiratif yang semoga dapat memantapkan hati kita untuk segera memenuhi panggilan mulia ini. Cerita ini saya kutip dari notes di halaman facebook seorang teman..

بِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْمِ

للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍl

Sahabat Fillah..Kisah ini bagus banget..

Tentang dua wanita bernama A dan B. Baca deh.. :)

A :“Assalamu'alaikum saudariku....”
B : “Wa'alaikum salam. Selamat datang saudariku”
A: “Terima kasih. Apakah ini. surga?”
B tersenyum: “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga ”
A: "Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sdh seindah ini”
B tersenyum lagi: ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”
A: "Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah”
B: “Alhamdulillah..”

Tiba-tiba jauh di ujung taman, A melihat sebuah pintu yg sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yg berada di taman itu mulai memasukinya satu-persatu.

 


B: “Ayo kita ikuti mereka” katanya setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” Tanya A sambil mengikuti B.
“Tentu saja surga saudariku” larinya B semakin cepat
“Tunggu...tunggu aku..” teriak A, ia berlari namun tetap tertinggal
B hanya setengah berlari sambil tersenyum kepadanya.
A tetap tak mampu mengejar B meski ia sudah berlari.
Ia lalu berteriak kpd B: “Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama dengan engkau saudariku.” jawab B sambil tersenyum.

B telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum B melewati pintu sepenuhnya,
A berteriak: “Amalan apalagi yang kau lakukan tapi tidak kulakukan ?”
B menjawab: “Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yg membedakanmu dgn diriku ?”
Kemudian B melanjutkan: “Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-NYA TANPA JILBAB menutup auratmu ?”

”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya SAMPAI HATIMU saja karena niatmu adalah MENGHIJABI HATI.”

A tertegun.. lalu terbangun.. Ia beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam.

Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. Kemudian ia berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya

Nasihat ini Penting untuk diri saya, keluarga saya juga semua wanita Muslim

Semoga bermanfaat

Jakarta 6 April 2011

Love you All Cause of Allah
♥♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`·.¸.·´
¸.·´... ¸.·´¨) ¸.·*¨)
(¸.·´ (¸.·´ .·´ ¸¸.·¨¯`·. ♥♥ Al faqir Ilmu N.S.A.F ♥♥



Setelah membaca kisah di atas, apakah masih ada suara yang mengatakan, ‘jilbab itu dalam hati’ atau 'saya belum siap'??semoga tidak yaa :)
Jilbab tidak cukup hati kita saja, tapi juga aurat kita…
Dan siap tidak siap ya harus siap.. Atau paling tidak paksalah diri kita untuk jadi siap. Seperti halnya ujian yang sudah terjadwal, siap atau tidak, belajar atau tidak, saat tiba hari H kita harus sudah siap. Mungkin agenda ujian ini bisa kita aplikasikan untuk jadwal memulai pakai jilbab, ehhehe. Buatlah jadwal, misalkan saja mulai besok Tanggal Sekian Hari Sekian, saya mulai memakai jilbab kapanpun dan dimanapun. :)

Memulai suatu hal yang baru memiliki beberapa kendala yang cukup sulit bagi seseorang, terutama menyangkut dengan masalah penggunaan hijab (jilbab). Masih sering muncul pertanyaan dalam diri kita tentang kemampuan kita untuk memakai jilbab. Hei, bicara soal mampu/tidak mampu sih hanya tergantung dari kebiasaan saja. Anak kecil yang sejak usia balita sudah dibiasakan memakai jilbab tentu mampu untuk tetap konsisten menggunakannya hingga dia dewasa.

Bisa gak ya bertahan menggunakan jilbab saat cuaca sangat panas?*bisa*
 Jangan menyaman diri kita seolah-olah kita seorang ibu petani yang selalu berjemur di bawah terik matahari. Walaupun kita berada di negeri tropis, namun sebagian besar dari kita jarang beraktivitas di luar ruangan. Ya kan?kalaupun tidak, jumlahnya pasti minoritas. Dan sebagian yang berada di dalam ruang tentu akan lebih teduh dan sejuk, apalagi bila dalam ruangan tersebut dilengkapi dengan pendingin seperti kipas angin ataupun AC.
Saat cuaca benar-benar panas dan kita sedang dituntut untuk berada di luar ruangan yang tidak ramah di kulit, kita masih bisa menggunakan kertas/kipas untuk menyejukkan diri. Sudahlah, jangan mencari alasan lagi!Kita bukan ibu-ibu petani. Ehhehe

Oh ya, ada satu alasan lagi.. Bukankah kalau sedang berada di bawah terik matahari kulit kita bisa terbakar?dan menjadi gosong+hitam.. Naaah, coba kalau pakai jilbab.. Kinclong deh.. Eheheh

Bisa gak ya menggunakan jilbab dengan praktis (cepat dan tidak memerlukan waktu lama)?*bisa*
Saat awal menggunakan jilbab, saya membutuhkan waktu bermenit-menit untuk memasangnya. Namun sekarang tidak sampai 30 detik loh.. Dan perubahan itu hanya terjadi beberapa minggu sejak saya baru menggunakan jilbab.
Belajar dari melihat seorang teman yang tidak menggunakan peniti atau alat bantu apapun untuk memasang jilbab, akhirnya saya bisa menggunakan jilbab dengan cara yang sama. Cara ini benar-benar sangat praktis.. Jika punya kesempatan, insyaAllah saya akan membuat tutorialnya. Selama kita mau berusaha dan membiasakan diri, tentu kita akan bisa memasang jilbab dengan praktis.

Bisa gak ya tetap terlihat muda dengan memakai jilbab?*bisa*



Kuncinya satu, pandai-pandailah memadupadankan warna dan model baju. Memakai jilbab itu memberikan kesan anggun dan dewasa, apalagi bila menggunakan dengan benar (jilbab menutupi bagian dada dan baju yang digunakan baju yang longgar). Agar selalu terlihat muda, kombinasikan baju dan jilbab berwarna cerah dengan warna yang lebih gelap. Warna cerah selalu identik dengan anak muda, bukan nyentrik tapi ceria. ^_^

Bisa gak ya memadupadankan baju dan jilbab dengan baik?*bisa*
Masalah selera sangat relatif sekali sifatnya, terutama bila dikaitkan dengan urusan mode.
Ini adalah beberapa blog yang sering saya jadikan inspirasi dalam memadupadankan pakaian :

Saat ini penggunaan jilbab dapat dikatakan sebagai sebuah mode yang tengah ramai diperbincangkan dan dieksplorasi oleh banyak perancang-perancang busana, namun diantara sekian banyak referensi yang ada kita juga harus mempu membedakan mana yang baik digunakan (sesuai dengan kaidah agama) dan mana yang tidak. Sering sekali terjadi banyak pro dan kontra mengenai pakaian hijab yang benar sesuai dengan kaidah agama namun masih dapat diterima dan diaplikasikan dalam hubungan bermasyarakat yang menuntut kaum hawa untuk menjadi lebih garang (misal menggunakan celana untuk kegiatan yang sulit/tidak bisa dilakukan bila memakai rok. Ex : olahraga rutin di sekolah). Dengan memakai rok seorang perempuan terlihat sangat anggun dan bersahaja (menurut saya sih, heheh). Menanggapi masalah pro dan kontra ini saya mengembalikan kepada pembaca untuk memutuskan sendiri bagaimana baiknya. Sekedar mencurahkan pendapat.. Menurut saya selama memakai rok tidak mengganggu aktivitas kita, memakai rok akan nampak lebih sesuai, cocok dan pantas untuk kaum hawa (walaupun saya sendiri juga jarang menggunakannya). Ya sudahlah, yang terpenting adalah kita menggunakan jilbab dengan baik/berusaha menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita berusaha untuk tidak menggunakan baju ataupun celana ketat yang lazim digunakan perempuan tidak berjilbab. Semoga kita bisa konsisten untuk selalu berusaha menjadi lebih baik,. Aamiin :)

Semoga bermanfaat ^_^

Wassalamu'alaikum Wr Wb

2 komentar:

hadi paramu mengatakan...

selamat dienni,
sudah mulai ngeblog ya? saya kira ini perlu dijadikan hobbi untuk melatih kita menulis dan mendokumentasikan pengalaman dan pengetahuan kita. ok, semangat terus.

aku.hanya.dieni mengatakan...

waaah.. postingan saya dicoment Pak Hadi
Trimakasih sudah bersedia mampir, Pak.. :)
Iya, alhamdulillah sekarang lumayan senang menulis..
apalagi kalau bisa berbagi pengalaman.. Semoga bisa bermanfaat untuk yang membaca