Jumat, 03 Juni 2011

Pujian = RACUN, Cacian = PENAWAR

Assalamu'alaikum Wr Wb

Beberapa waktu yang lalu sempat tercetus satu kalimat ajaib (mungkin) dalam pikiran saya. Entah saya adopsi darimana, saya lupa.. Begini bunyinya : "pujian adalah racun, dan cacian adalah penawar.."

pujian adalah racun.. ya, pujian meracuni kita dengan segala kebaikan yang ada pada diri hingga sering sekali lupa bahwa kita bukan apa-apa
melayaaang, terbang, kebahagiaan semu hingga lupa pada-Nya.. Yang Maha Memberi, Yang Maha Memiliki.. Sebut saja -lupa bersyukur-
Jujur ya.. jika ada yang memuji, wajah kita pasti berseri2.. Iya kan??*saya sih begitu*

Pujian membuat kita besar kepala.. Ini berbahaya!semakin besar kepala kita, semakin susah mencari helm yang cukup untuk dipakai!hahha
Semoga pujian itu tidak sampai membuat pikiran kita teracuni dan sibuk dengan hanya ingin mendapat pujian demi pujian saja..


Cacian adalah penawar racun, ya cacian.. Ingat rasanya bila dicaci??menyakitkan ya?tapi apa hanya sampai disitu saja lalu masalah akan selesai?
Mendapat cacian atau cemooh dari orang lain seringkali membuat kita ingin melakukan suatu pembuktian bahwa kita tidak seburuk apa yang mereka tuduhkan. Ya, cacian membuat kita bergerak lebih maju untuk memperbaiki diri. Terlepas dari rasa dendam pada orang yang mencaci (seharusnya rasa dendam ini diganti dengan rasa terimakasih), cacian membuat kita sadar dan berkaca bahwa tidak ada manusia yang sempurna..

Alangkah baiknya kalau kita bisa memperkecil porsi racun untuk diri kita (pujian) dan banyak menerima penawar racun (cacian) untuk memperbaiki diri..


Jadi apa yang anda pilih??mendapat pujian atau caci maki?heheheh

Tulisan ini salah satu bentuk pemikiran aneh dalam otak saya. Bebas untuk menyatakan sependapat atau tidak dengan ini..

Semoga bermanfaat ^_^

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Tidak ada komentar: