Rabu, 05 Oktober 2011

Bendera Putih Untuk MAICIH Level 5!!!

Assalamu'alaikum Wr Wb

Ada yang belum pernah dengar kripik "maicih"?
Maicih yang entah terbuat dari apa bahan utamanya ini, merupakan kripik pedas yang unik karena mencantumkan level 1-10 tingkat pedas untuk produknya. Sistem penjualannya pun unik karena hanya dijual oleh jenderal (sebutan bagi distributor) maicih yang menggunakan mobil. Mereka stay di suatu tempat tertentu kemudian meminformasikan dimana mereka berada melalui jaringan sosial twitter.


nama maicih yang sudah banyak bergema di beberapa kota besar membuat saya penasaran seperti apa rasa kripik yang banyak dibicarakan orang ini. Someday, hadirlah maicih di kota Jember tercinta ini. *eng ing eng*
SERBUUUUU..!!!


Siang itu saya mencicipi maicih untuk pertama kalinya.. Ahh, rasanya dominan pedas sampai mendekati pahit.. Padahal itu hanya level 5
entah mendapat semacam bisikan darimana, diri ini tergerak untuk terus menikmati kripik pahit itu cukup banyak (padahal anggota keluarga saya yang lain ogah2an setelah mencicipinya) - kira2 sekitar setengah bungkus saya lahap sendiri

12 jam kemudian...
Tepat pukul 02.00 dini hari tidur saya terusik, suasananya panas.. Nyamuk berkeliaran.. Dan lagi saya merasa tidak enak badan..
Saya sakit perut, mules.. Bisa dikatakan mules tingkat dewa (hahhaha) dan tak tertahankan
benar saja, perut saya tidak tahan dengan pedasnya kripik maicih
setelah beberapa menit keluar dari kamar mandi, saya masih merasa mules. Namun sedikit berbeda diiringi dengan mual2 gak jelas.. Daaan tahukah anda apa yang terjadi..
Hueeekss.. m**tah (pahit sekali rasanya di kerongkongan ini)
huhuuuuu.. Ampuuuun Gusti >_<

saya kibarkan bendera putih untuk maicih level 5!!dengan sangat menyesal, saya katakan : maaf saya tidak suka anda!huhuuuu.. T,T

bagi teman2 pecinta pedas harap berhati2 memakan kripik ini.. Sebaiknya jangan mengonsumsi dalam jumlah besar pada satu waktu..

Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum Wr Wb

2 komentar:

Elfira Arisanti mengatakan...

wah parah banget ya sampe muntah segala. coba googling ada kok cara makan maicih biar gak terlalu kepedesan

Elfira Arisanti mengatakan...

:)